Postingan

cerpen Kursi

Kursi Ayah Penulis: Zi Muzi “Yah, Aby berangkat ya...” Pria di depanku tidak menengok sedikit pun. Hanya pupil matanya yang bergerak-gerak mengikuti gerakan tubuhku. Aku mengambil tangannya. Menjabatnya dan kemudian menciumnya. Kemudian aku meletakannya kembali ke atas lengan kursi tempatnya duduk menghabiskan pagi di beranda rumah kami yang sederhana. Ia masih tak bereaksi. “Aby, kamu pergi naik apa?” Ibu keluar dari dalam rumah dengan semangkuk bubur tepung beras hasil racikannya. Tidak ada bubur oat untuk ayah. Padahal dokter menyarankan agar ayah banyak-banyak makan makanan yang rendah kalori untuk kesehatan jantungnya. Tak apalah, asal ayah makan. “Nebeng Ihsan, Bu,” jawabku berbohong. Ihsan hari ini tidak masuk sekolah karena dia dan keluarganya pergi berlibur ke luar kota. Asik sekali. “Kamu nanti langsung pulang ya, By. Jaga ayah. Ibu mau ke pasar. Cari tahu harga kursi roda. Kursi roda ayah sudah minta diganti,” Aku menoleh ke arah ayah dan kursi rodanya. Kini m...
Gambar
Beberapa tips yang mungkin bisa kita terapkan untuk mendobrak belenggu dalam semangat menulis, antara lain : 1. Menulis adalah kesenangan Bukan hanya games atau nonton bioskop saja yang bisa bikin kita senang, imajinasikan saat jemari kita menulis saat itulah sebenarnya kita sedang ‘bermain’ dengan kata-kata terangkai. Tidak perlu khawatir bahkan bila kosa kata kita agak berantakan, yang penting setiap huruf mengalir begitu saja sesuai dengan perasaan yang kita ciptakan tadi, menulis adalah kesenangan. 2. Menulis adalah Berbicara Ini agak aneh memang, tapi saat kita menulis coba khayalkanlah bahwa kita ’sebenarnya’ sedang ngobrol dengan teman-teman kita. Saat imajinasi itu terjadi, saat itu pula kata - kata akan meluncur dengan deras layaknya sedang berbicara dengan teman-teman. Jarang sekali kita terlalu banyak berpikir sebelum berucap saat sedang ngobrol. Semuanya berlangsung spontan dan lugas. 3. Menulis berarti Berbagi Seperti halnya amal, setiap tulisan karya kita,...

Harapan Baru dari BOS

Gambar
  Harapan Baru dari BOS Oleh Drs Adi Prasetyo SH MPd Ketua PGRI Kabupaten Semarang Kalangan pendidik dan orang tua siswa, menunggu-nunggu harapan baru dari penyaluran bantuan operasional sekolah (BOS), dan tahun ini di Jateng diberikan mulai 9 Januari lalu, dengan alokasi Rp 2,834 triliun. Ada 13 kegiatan yang bisa dibiayai dana BOS. Antara lain pembelian/ penggandaan buku, pengayaan, olahraga, pramuka dan sejenisnya, pembelian bahan habis pakai, langganan daya dan jasa, perawatan sekolah, honor guru tidak tetap (GTT)/ pegawai tidak tetap (PTT), bantuan transpor siswa miskin, pengadaan komputer, dan alat peraga. Penyalurannya tiap triwulan lewat dua tahap. Tahap I dari kantor kas umum negara ke kas umum daerah (kabupaten/ kota), sedangkan tahap II dari kas umum daerah ke sekolah. Meski sudah diatur dengan Permendiknas, tidak berarti pelaksanaannya tanpa kendala, terutama di tingkat sekolah. Praktiknya, banyak daerah terlambat mencairkan dana ke sekolah. Bahka...
Gambar
Mengelola Hidup dan Merencanakan Masa Depan (MHMMD)

Garuda Muda

Gambar
             GARUDA MUDA G aung pendukungmu menggema di Gelora Bung Karno A ku tetap semangat mendukungmu R aihlah angka sekuat tenaga U ntuk membanggakan Negara kita D i sini pendukungmu sudah berkumpul A yo, menangkan pertandingan ini M asih banyak harapan menang U jian Malaysia hanya sementara D an jangan kau patah semangat A yo, ayo, ayo, Indonesia bisa Habibi. Siswa   SMPN 2 Kutorejo Radar Mojokerto, 20 November 2011             KASIH BUNDA Seorang ibu tengah bersedih Berhati lemah berkata lirih Merindu sang anak penuh kasih Doa tergenggam memutar tasbih Bagaikan bintang di malam purnama rasa sayangnya tiada hingga Kirimlah neraka untuk pendusta Yang tak sayang ayah bunda Hormati ia selagi ada Tanpa harus menuggu balas.                ...
Peleburan Pancasila menjadi Kewarganegaraan Benarkan Langkah Penyederhanaan? Perubahan Istilah Pancasila dan Kewarganegaraan Pendidikan Pancasila sering diperbincangkan baik di tataran elit politik maupun masyarakat dan dunia pendidikan. Pembicaraan masalah pancasila lebih menarik karena ada kekhawatiran mulai lunturnya makna dan praktik pengamalan pancasila di tengah masyarakat. Jangan sampai pancasila yang dulu melewati proses sejarah yang   panjang dan heroik   sekarang tinggal nama dan simbol belaka yang tak memiliki makna dan esensi praksis. Dilihat dari sejarahnya, pengajaran pancasila di Negara kita mengalami perjalanan panjang dan perubahan istilah yang digunakan. Perubahan-perubahan tersebut sangat berkaitan dengan kebijaksanaan pemerintah pada waktu itu dan kurikulum sekolah yang digunakan. Pada kurikulum 1957 istilah yang digunakan yaitu Pendidikan Kewarganegaraan. Kemudian pada kurikulum 1961 berubah menjadi CIVICS, kemudian pada kurikulum 1968 menjadi Pen...
Supervisi