Postingan

Harapan Baru dari BOS

Gambar
  Harapan Baru dari BOS Oleh Drs Adi Prasetyo SH MPd Ketua PGRI Kabupaten Semarang Kalangan pendidik dan orang tua siswa, menunggu-nunggu harapan baru dari penyaluran bantuan operasional sekolah (BOS), dan tahun ini di Jateng diberikan mulai 9 Januari lalu, dengan alokasi Rp 2,834 triliun. Ada 13 kegiatan yang bisa dibiayai dana BOS. Antara lain pembelian/ penggandaan buku, pengayaan, olahraga, pramuka dan sejenisnya, pembelian bahan habis pakai, langganan daya dan jasa, perawatan sekolah, honor guru tidak tetap (GTT)/ pegawai tidak tetap (PTT), bantuan transpor siswa miskin, pengadaan komputer, dan alat peraga. Penyalurannya tiap triwulan lewat dua tahap. Tahap I dari kantor kas umum negara ke kas umum daerah (kabupaten/ kota), sedangkan tahap II dari kas umum daerah ke sekolah. Meski sudah diatur dengan Permendiknas, tidak berarti pelaksanaannya tanpa kendala, terutama di tingkat sekolah. Praktiknya, banyak daerah terlambat mencairkan dana ke sekolah. Bahka...
Gambar
Mengelola Hidup dan Merencanakan Masa Depan (MHMMD)

Garuda Muda

Gambar
             GARUDA MUDA G aung pendukungmu menggema di Gelora Bung Karno A ku tetap semangat mendukungmu R aihlah angka sekuat tenaga U ntuk membanggakan Negara kita D i sini pendukungmu sudah berkumpul A yo, menangkan pertandingan ini M asih banyak harapan menang U jian Malaysia hanya sementara D an jangan kau patah semangat A yo, ayo, ayo, Indonesia bisa Habibi. Siswa   SMPN 2 Kutorejo Radar Mojokerto, 20 November 2011             KASIH BUNDA Seorang ibu tengah bersedih Berhati lemah berkata lirih Merindu sang anak penuh kasih Doa tergenggam memutar tasbih Bagaikan bintang di malam purnama rasa sayangnya tiada hingga Kirimlah neraka untuk pendusta Yang tak sayang ayah bunda Hormati ia selagi ada Tanpa harus menuggu balas.                ...
Peleburan Pancasila menjadi Kewarganegaraan Benarkan Langkah Penyederhanaan? Perubahan Istilah Pancasila dan Kewarganegaraan Pendidikan Pancasila sering diperbincangkan baik di tataran elit politik maupun masyarakat dan dunia pendidikan. Pembicaraan masalah pancasila lebih menarik karena ada kekhawatiran mulai lunturnya makna dan praktik pengamalan pancasila di tengah masyarakat. Jangan sampai pancasila yang dulu melewati proses sejarah yang   panjang dan heroik   sekarang tinggal nama dan simbol belaka yang tak memiliki makna dan esensi praksis. Dilihat dari sejarahnya, pengajaran pancasila di Negara kita mengalami perjalanan panjang dan perubahan istilah yang digunakan. Perubahan-perubahan tersebut sangat berkaitan dengan kebijaksanaan pemerintah pada waktu itu dan kurikulum sekolah yang digunakan. Pada kurikulum 1957 istilah yang digunakan yaitu Pendidikan Kewarganegaraan. Kemudian pada kurikulum 1961 berubah menjadi CIVICS, kemudian pada kurikulum 1968 menjadi Pen...
Supervisi
TRADISI AKSI CORAT-CORET BAJU SERAGAM SAAT KELULUSAN Tradisi   Tahunan Corat-coret Kelulusan Aksi coret-coret saat kelulusan terjadi di mana-mana.   Di seluruh kabupaten kota gerombolan besar siswa tanpa helm dengan pakaian corat-coret keliling kota. Mereka merayakan kelulusan sekolah dengan cara mereka. Mereka merayakan kelulusan mungkin atas dorongan kebebasan jiwa   mereka. Aksi tersebut seolah-olah menjadi konsensus bersama sebagian besar siswa secara turun temurun dari kakak kelas turun ke   adik kelasnya, seolah-olah mereka merasa bangga dan enjoy melakukan aksinya. Mungkin ada yang senang dan ada yang tidak dengan aksi mereka. Bila dilihat dari pengertian pendidikan adalah sebagai usaha sadar mengubah dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak mengerti menjadi mengerti, dari tidak paham menjadi paham. Hal yang perlu ditekankan adalah bahwa di sekolah telah diajarkan   nilai-nilai etika, sopan santun, bahkan pendidikan karakter kebangsaan yang sekaran...

Pekerja Anak di Bawah Umur

Gambar
Fenomena Pekerja Anak di Bawah Umur Fenomena pekerja anak di bawah umur dengan segala pernak-perniknya sebenarnya sudah tidak asing lagi dalam tatanan sosial masyarakat dunia. Hal itu sudah berlangsung lama dan   terjadi di berbagai belahan dunia, khususnya di negara-negara berkembang yang mempunyai tingkat perekonomian yang menengah ke bawah. Hal tersebut bisa dikatakan bahwa kemiskinan akan meningkatkan tingkat pekerja anak di bawah umur. Semakin miskin kondisi suatu masyarakat/negara, semakin besar kemungkinan terjadinya tindak pekerja anak di bawah umur. Entah sebagai penjual koran keliling, pengamen jalanan, pengemis jalanan, pemulung sampah, penjaga toko, kuli bangunan, industri rumah. Itu semua bisa menjadi beban bahkan menghambat anak   menyelesaikan pendidikan untuk meraih masa depannya. Atau bahkan fenomena baru perdagangan anak yang mengarah pada maraknya PSK. Masalah pekerja anak memang sudah diatur dalam Undang-undang. Perusahaan tidak boleh mempekerjakan ...