Postingan

Rendahnya IPM Indonesia sebagai Kritik

Banyak sematan diarahkan kepada Indonesia, di antaranya negara gagal, negara salah urus, negara terkorup di Asean. Itu semua adalah bentuk sebuah kritik yang disajikan dengan argumen masing-masing. Catatan UNDP terbaru April 2012 menunjukkan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia menempati   urutan 117 dari 177 negara tersebut merupakan realitas capaian penilaian atas kualitas masyarakat yang harus diterima dengan lapang dada. Apapun hasilnya, hendaknya bisa dijadikan bahan evaluasi secara positif. Beranjak dari Sejarah Sebagaimana diketahui setiap Negara memiliki sejarah peradaban masing-masing. Dahulu, negara kita pernah disegani bangsa lain sebagai bangsa yang besar dan memiliki wilayah yang luas. Kemudian, terpuruk oleh kolonialisme Eropah selama kurang lebih 350 tahun. Dalam kondisi semacam ini, kualitas kehidupan masyarakat terjajah dalam berbagai sisi kehidupan mengalami krisis dan bahkan lemah daya saing dibandingkan dengan bangsa-bangsa lain. Memang mayor...
Rendahnya IPM Indonesia Sebagai Kritik Banyak sematan diarahkan kepada Indonesia, seperti negara autopilot, negara salah urus, negara terkorup di Asean. Itu semua adalah bentuk sebuah kritik yang disajikan dengan argumen masing-masing. Catatan UNDP terbaru April 2012 menunjukkan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia menempati   urutan 117 dari 177 negara tersebut merupakan realitas capaian penilaian atas kualitas masyarakat yang harus diterima dengan lapang dada. Apapun hasilnya, hendaknya bisa dijadikan bahan evaluasi secara positif. Sebagaimana diketahui setiap Negara memiliki sejarah peradaban masing-masing. Dahulu, negara kita pernah disegani bangsa lain sebagai bangsa yang besar dan memiliki wilayah yang luas. Kemudian, terpuruk oleh kolonialisme Eropah selama kurang lebih 350 tahun. Dalam kondisi semacam ini, kualitas kehidupan masyarakat terjajah dalam berbagai sisi kehidupan mengalami krisis dan bahkan lemah daya saing dibandingkan dengan bangsa-bangsa lain....

cerpen

Sandal Bolong | Penulis: Shine Fikri “Kembalikan!” Aku melonjak-lonjak menggapai sandalku. “Tidak akan!” Edi semakin mengacungkan sandal itu. Ia ancang-ancang melemparkan sandal pada temanku, Dani. Dani hanya bisa terbahak melihat aku yang bersusah payah menggapai tangan Edi. Untuk apa? Untuk apa kau bilang? Tentu saja untuk merebut sandal milikku! Tuiiiing… Sandal itu melayang tinggi… Tinggi sekali… dengan slow motion yang sempurna! Bumipun  bergerak melambat tak seperti biasanya. Bluk! Sandal terhenti tepat di perut Dani. Edi dan Dani terbahak bukan main. Menertawakan hasil candaan konyol mereka. “Buang ke tong sampah, Naaan...!” Instruksi Edi dengan teriakannya. Benar-benar gila! Aku tak habis pikir, setega itu mereka padaku. Dani berlari dengan semangat empat lima. Membawa sandalku dan mencemplungkannya pada tong sampah satu-satunya di Sekolah Dasar-ku. Grrr... Darahku memompa naik! Mengeluarkan amarah dan merah di wajah. Aku pun berjalan tergesa yang setiap...

cerpen Kursi

Kursi Ayah Penulis: Zi Muzi “Yah, Aby berangkat ya...” Pria di depanku tidak menengok sedikit pun. Hanya pupil matanya yang bergerak-gerak mengikuti gerakan tubuhku. Aku mengambil tangannya. Menjabatnya dan kemudian menciumnya. Kemudian aku meletakannya kembali ke atas lengan kursi tempatnya duduk menghabiskan pagi di beranda rumah kami yang sederhana. Ia masih tak bereaksi. “Aby, kamu pergi naik apa?” Ibu keluar dari dalam rumah dengan semangkuk bubur tepung beras hasil racikannya. Tidak ada bubur oat untuk ayah. Padahal dokter menyarankan agar ayah banyak-banyak makan makanan yang rendah kalori untuk kesehatan jantungnya. Tak apalah, asal ayah makan. “Nebeng Ihsan, Bu,” jawabku berbohong. Ihsan hari ini tidak masuk sekolah karena dia dan keluarganya pergi berlibur ke luar kota. Asik sekali. “Kamu nanti langsung pulang ya, By. Jaga ayah. Ibu mau ke pasar. Cari tahu harga kursi roda. Kursi roda ayah sudah minta diganti,” Aku menoleh ke arah ayah dan kursi rodanya. Kini m...
Gambar
Beberapa tips yang mungkin bisa kita terapkan untuk mendobrak belenggu dalam semangat menulis, antara lain : 1. Menulis adalah kesenangan Bukan hanya games atau nonton bioskop saja yang bisa bikin kita senang, imajinasikan saat jemari kita menulis saat itulah sebenarnya kita sedang ‘bermain’ dengan kata-kata terangkai. Tidak perlu khawatir bahkan bila kosa kata kita agak berantakan, yang penting setiap huruf mengalir begitu saja sesuai dengan perasaan yang kita ciptakan tadi, menulis adalah kesenangan. 2. Menulis adalah Berbicara Ini agak aneh memang, tapi saat kita menulis coba khayalkanlah bahwa kita ’sebenarnya’ sedang ngobrol dengan teman-teman kita. Saat imajinasi itu terjadi, saat itu pula kata - kata akan meluncur dengan deras layaknya sedang berbicara dengan teman-teman. Jarang sekali kita terlalu banyak berpikir sebelum berucap saat sedang ngobrol. Semuanya berlangsung spontan dan lugas. 3. Menulis berarti Berbagi Seperti halnya amal, setiap tulisan karya kita,...

Harapan Baru dari BOS

Gambar
  Harapan Baru dari BOS Oleh Drs Adi Prasetyo SH MPd Ketua PGRI Kabupaten Semarang Kalangan pendidik dan orang tua siswa, menunggu-nunggu harapan baru dari penyaluran bantuan operasional sekolah (BOS), dan tahun ini di Jateng diberikan mulai 9 Januari lalu, dengan alokasi Rp 2,834 triliun. Ada 13 kegiatan yang bisa dibiayai dana BOS. Antara lain pembelian/ penggandaan buku, pengayaan, olahraga, pramuka dan sejenisnya, pembelian bahan habis pakai, langganan daya dan jasa, perawatan sekolah, honor guru tidak tetap (GTT)/ pegawai tidak tetap (PTT), bantuan transpor siswa miskin, pengadaan komputer, dan alat peraga. Penyalurannya tiap triwulan lewat dua tahap. Tahap I dari kantor kas umum negara ke kas umum daerah (kabupaten/ kota), sedangkan tahap II dari kas umum daerah ke sekolah. Meski sudah diatur dengan Permendiknas, tidak berarti pelaksanaannya tanpa kendala, terutama di tingkat sekolah. Praktiknya, banyak daerah terlambat mencairkan dana ke sekolah. Bahka...
Gambar
Mengelola Hidup dan Merencanakan Masa Depan (MHMMD)